Begini Tahap Budidaya Ikan Koi untuk Pemula agar Sukses

Bagaimana cara budidaya ikan koi
Budidaya ikan koi

Ikan koi merupakan salah satu ikan hias yang banyak digemari oleh masyarakat. Koi merupakan keturunan dari ikan karper hitam yang akan memberikan keturunan yang memiliki warna-warna menarik. Selain dijadikan sebagai ikan hias karena warnanya yang indah, ikan koi juga bisa dijadikan sebagai ladang bisnis. Karena itu, perlu untuk mengetahui budidaya ikan koi yang benar.

Ikan ini memiliki ciri-ciri bentuk tubuh sedikit pipih dan memanjang, mulut yang terletak di terminal (ujung tengah) memiliki dua sungut yang unik dan dijadikan sebagai indra penciuman ikan koi untuk mencari makanan yang berada di daerah berlumpur. Agar berhasil dalam pemeliharaan ikan koi diperlukan beberapa cara, artikel ini akan membahasnya untuk Anda

Pemilihan dan Pemeliharaan Indukan Ikan Koi

Indukan dengan kualitas yang baik tentu secara genetis sudah akan menghasilkan keturunan ikan koi yang berkualitas pula. Indukan berkualitas umumnya dapat ditemui di beberapa tepat penangkaran ikan koi.

Beberapa cara juga bisa dilakukan untuk mengetahui ciri-ciri indukan yang baik, diantaranya adalah memastikan umur indukan koi sudah lebih dari 2 tahun, memilih indukan jantan dan betina dengan jenis koi yang sama, bentuk tubuh ikan yang ideal, pergerakan ikan saat berenang lebih stabil dan tenang, warna kulit ikan kontras dan cerah serta perhatikan gerakan ikan yang lincah dan sehat.

Selanjutnya setelah indukan telah berhasil didapatkan maka dilakukan pemeliharaan di kolam yang khusus. Kolam pemeliharaan sebaiknya memiliki kriteria antara lain, kedalaman kolam minimal 150 cm semakin dalam maka akan semakin baik, tingkat kepadatan kolam diperhatikan (kolam ukuran 4 x 5 meter hanya dapat diisi maksimal 20 induk betina atau 40 induk jantan).

Pemberian makan dalam pemeliharaan indukan koi dilakukan 3 hingga 4 kali sehari. Pakan yang diberikan berupa pelet ukuran 8 cm. Jumlah pakan menyesuaikan tubuh indukan. Indukan dengan umur 2 tahun umumnya memiliki ukuran lebih dari 60 cm dan kebutuhan jumlah pakan kurang lebih 3 hingga 5% setiap hari.

Cara Budidaya Ikan Koi


budidaya ikan koi kujaku
Ikan koi kujaku

Pemijahan ikan merupakan salah satu hal penting dalam budidaya ikan koi. Pemijahan ini adalah bagian dari reproduksi ikan sebagai mata rantai daur hidup dari keberlangsungan hidup ikan. Pemijahan bertujuan untuk pembentukan tingkah laku dalam melakukan pembuahan sel telur betina oleh sperma ikan jantan.

Pentingnya proses pemijahan tersebut akan turut menentukan tingkat keberhasilan dalam pemeliharaan ikan koi. Tahap ini perlu dilakukan secara optimal untuk meminimalisir adanya kegagalan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemijahan diantara penyediaan indukan jantan lebih dari satu untuk mengurangi kegagalan karena tubuh ikan yang tidak sehat.

Kolam pemijahan dilakukan pada kolam dengan tembok yang sudah di plester permukaannya. Tujuannya ialah untuk menjaga sisi indah ikan koi agar tidak mengalami kerusakan. Ukuran ideal kolam pemijahan ialah 3 x 6 meter dengan kedalaman minimal 60 meter dan ketinggian air kurang lebih pada 40 cm.

Sirkulasi air dalam kolam pemijahan pastikan lancar dan baik. Setiap saluran yang ada perlu diberi saringan yang halus bertujuan untuk mencegah adanya hewan pengganggu atau sesuatu yang membahayakan masuk dan mengganggu ekosistem kolam. Saringan tersebut juga dapat mencegah telur dan larva hasil pemijahan hanyut.

Cek juga: Daftar Ikan Koi Tercantik di dunia

Pemijahan ikan koi umumnya akan terjadi saat tengah malam. Indukan betina ikan koi akan mengelilingi kolam dan diikuti oleh indukan jantan dengan sesekali menempelkan badan pada betina koi. Berikut beberapa cara pemeliharaan ikan koi dalam proses pemijahan

  1. Proses utama pmijahan diawali dengan betina yang akan mengeluarkan sel telur dan diikuti pula oleh indukan jantan dengan mengeluakan sperma. Sel telur yang telah berhasil dibuahi umumnya akan menempel pada tanaman air.
  2. Proses selanjutnya yang perlu dilakukan di pagi hari setelah perkawinan selesai ialah pemisahan induk dari telur untuk menghindari induk memakan telur.
  3. Penetasan larva merupakan proses selanjutnya. Anda perlu memerhatikan suhu air agar telur dapat menetas dengan sempurna. Jika suhu telalu panas maka telur akan mengalami pembusukan. Sedangkan jika suhu terlalu dingin maka lara akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menetas. Umumnya suhu normal berkisar antara 27 hingga 30 derajat celcius.
  4. Penetasan telur kurang lebih terjadi selama 48 jam. Lara setelah menetas masih mempunyai cadangan makanan untuk waktu 3 hingga 5 hari. Dengan demikian, tidak perlu memberikan makanan pada larva yang baru menetas.
  5. Pemberian makanan awal pada lara sebaiknya kutu air yang telah mengalami penyaringan. Selain kutu air, cacing sutra juga bisa diberikan pada ikan koi kecil dengan panjang melebihi 1,5 cm dan berhenti memberikannya setelah ikan koi berumur 3 minggu.

Pendederan Ikan Koi

Pendederan merupakan proses pemeliharaan benih ikan hingga ikan koi berusia 3 bulan atau memiliki ukuran kurang lebih sekitar 15 cm untuk dipindahkan ke dalam kolam pembesaran. Jadi setelah lava ikan sudah berumur 3 minggu, dipindahkan ke dalam kolam pendederan khusus. Kolam pendederan umumnya memiliki ukuran 3 x 4 meter dengan kedalaman kurang lebih sekitar 40 cm.

Kolam pendederan biasanya dapat menampung hingga 300 ekor benih koi. Pakan yang digunakan pada ikan kolam pendederan ikan koi berupa pelet dengan ukuran yang kecil. Setelah koi berumur 3 bulan, pakan pelet diganti dengan ukuran yang lebih besar dengan intensitas pemberian makan 2 hingga 3 kali dalam sehari dengan jumlah 3 hingga 5% dari berat tubuh ikan.

Lihat juga: Ciri-Ciri Ikan Koi Asli dari Jepang

Pemanenan Ikan Koi

Proses pemanenan ikan koi umumnya dapat dilakukan ketika ikan koi sudah berusia 3 hingga 5 bulan dengan indikator panjang 10 sampai 15 cm. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pemanenan ikan koi antara lain.

  1. Waktu panen ikan sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari
  2. Diberinya makanan agar ikan koi berkumpul dalam satu tempat. Hal ini dilakukan agar proses pemanenan atau penangkapan menjadi lebih mudah
  3. Sisik ikan koi perlu dijaga agar tidak mengalami kerusakan atau lepasnya sisik. Karena itu, dalam proses penangkapan perlu dilakukan dengan hati-hati
  4. Kondisi kolam ikan dijaga hingga ketinggian 20 sampai 30 cm. Temperatur kolam ikan dijaga agar stabil , tidak panas maupun terlalu dingin atau dalam kondisi hujan.
  5. Pengangkutan ikan akan lebih baik dilakukan saat sore hari. Wadah pengangkutan dapat berupa kantong plastik yang telah diisi dengan oksigen atau bak yang telah ditutup. Jumlah ikan koi juga perlu disesuaikan dengan kapasitas wadah yang ada.

Kualitas Air untuk Budidaya Ikan Koi


Begini ciri ciri fisik ikan koi tancho
Ikan koi tancho

Terdapat unsur-unsur terkait dengan air yang perlu diperhatikan dalam pembudidayaan ikan koi antara lain pH, Ammonia, Nitrite, Nitrate, Hardness, Total Alkalinity, Dissolved Oxygen, Temperature, dan Salt (garam). Masing-masing unsur tersebut akan dijelaskan pada penjelasan berikut.

1. pH

Batasan pH ditetapkan memiliki kisaran mulai dari 1 hingga 14, namun pH yang sesuai untuk pertumbuhan makluk hidup adalah antara 5.5 hingga 8.5. Lebih khusus untuk ikan Koi, batas pH ideal berada pada angka 7. Jika pH melebihi angka 7 maka ancaman berkembangnya racun ammonia akan semakin rentan terhadap Koi.

2. Ammonia

Perlu anda ketahui ammonia dihasilkan melalui pembusukan sisa sisa pakan dan kotoran Ikan Koi. Semakin tinggi tingkat ammonia menyebabkan penurunan kualitas koi seperti menimbulkan memar pada sirip dan kulit Koi, kondisi kesehatan menurun, serta produksi lendir yang berlebihan. Ammonia akan benar-benar berbahaya apabila pH air di atas 8.

3. Nitrite (NO2)

Nitrite dihasilkan dari penguraian ammonia oleh nitrobacter sehingga disarankan untuk memberikan nitrobacter secara berkala dan juga pergantian air secara regular sehingga dapat mengurangi tingkat nitrite. Kisaran yang baik untuk koi adalah 0, maksimum 0.25ppm. Jumlah nitrit yang tinggi menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan dan liver koi.

4. Nitrate (NO3)

Tingginya pertumbuhan lumut dalam kolam adalah sebagai indikator tingginya tingkat nitrate dalam air. Nitrate diatas 120ppm dapat berbahaya bagi koi karena mempengaruhi pertumbuhan serta memperlambat penyembuhan penyakit luka pada koi. Pergantian air secara regular setiap minggu dapat mengurangi kadar nitrate dalam air.

5. Hardness

GH adalah merupakan merupakan kombinasi dari hardness (kandungan mineral) dan aktifitas karbonat. GH dan KH yang sesuai untuk koi adalah 100ppm. level yang melebihi batas dapat menyebabkan bercak bercak hitam pada tubuh koi. Peningkatan hardness dapat membantu proses osmoregulasi serta mengurangi kemungkinan stress pada koi.

6. Total Alkalinity

Alkalinitas dapat diartikan sebagai intensitas dari pH. Total alkalinitas (karbonat) yang lebih tinggi pada air dapat menjadikan air menjadi lebih jernih. Penambahan baking soda (sodium bicarbonate) akan meningkatkan alkalinitas karbonat (pH buffer) namun tidak meningkatkan hardness.

7. Dissolved Oxygen (DO)

Ukuran koi yang semakin besar akan membutuhkan oksigen yang semakin banyak. Rendahnya tingkat oksigen dalam air dapat membuat koi menjadi stress dan dapat membunuh koi dewasa. Tingkat oksigen terlarut yang ideal adalah 8ppm, namun jika turun ke level 3ppm akan menyebabkan Koi mengalami kekurangan oksigen atau hyporexia.

8. Temperatur

Temperatur juga perlu diperhatikan bagi anda yang ingin memulai bisnis budidaya ikan koi. Ikan jenis ini dapat hidup normal dalam kisaran temperatur 32F hinngga 95F, tapi temperatur yang ideal dan disarankan yaitu berkisar antara 50F hingga 80F.

9. Salt (Garam)

Pemberian garam dengan konsentrasi 0.1% dapat membantu proses osmoregulasi bagi koi. Satu hal yang perlu anda perhatikan yaitu dengan memberikan konsentrasi garam mencapai 0.05% akan membunuh tanaman air, kecuali beberapa tanaman air seperti lili.

Unsur-unsur diatas perlu diperhatikan dalam proses budidaya ikan koi karena berkaitan dengan kualitas air di dalam kolam penangkaran sehingga akan sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan serta proses pertumbuhan ikan koi.

Baca juga: Tanda Ikan Koi Sakit dan Tips Cara Mengobatinya

Jenis Pakan Ikan Koi


Pakan alami dan buatan untuk ikan koi

Jenis makanan ikan koi sudah seharusnya memenuhi kebutuhan gizi. Adanya perubahan suhu yang tidak tentu bisa jadi penyebab ikan koi memerlukan asupan gizi yang seimbang. Ikan koi juga mempunyai sifat omnivora, jadi bisa memakan segala jenis makanan baik tumbuhan ataupun hewan dengan ukuran kecil.

Pada umunya, pakan ikan koi terdiri dаrі dua jenis yaitu pakan alami dan pakan buatan. Sebagian dаrі pakan ikan koi terbuat dаrі bahan sayur-sayuran, roti, cacing, dan buah-buahan. Untuk jenis pakan alami biasanya ikan koi cukup diberikan udang dan cacing. Ikan koi јugа dараt bertahan hidup hаnуа dеngаn memakan tumbuhan alga.

Ulat јugа merupakan salah satu makanan alami уаng dараt diberikan. Pakan jenis іnі јugа merupakan salah satu sumber protein уаng baik bagi ikan. Disamping itu koi juga dapat diberikan makanan seperti sayuran dan buah-buahan. Jika koi belum terbiasa, maka koi perlu dilatih dengan memberi makanan seperti semangka dan jeruk.

Selain memenuhi gizi уаng cukup, pakan ikan koi јugа harus berkualitas. Jangan sekali-kali memberikan makanan kadaluarsa pada koi. Makanan уаng kadaluarsa karena tеrlаlu lama dalam penyimpanan, dapat sangat membahayakan bagi koi karena telah mengalami proses oksidasi уаng bіѕа berakibat buruk bagi kesehatan ikan koi. Batas minimal penyimpanan adalah 3 bulan.

Pemberian Pakan Ikan Koi

Pakan alami untuk ikan koi dараt dengan mudah anda buat dan persiapkan sendiri. Disamping bahan pakan іnі terbuat dаrі bahan alam, juga sangat mudah untuk didapatkan dengan harga yang tidak cukup mahal. Pakan koi salah satunya berbahan dasar udang, dan bеrіkut іnі аdаlаh langkah-langkah pembuatannya:

  1. Persiapkan udang yang hendak dijadikan pakan koi
  2. Campur udang dеngаn telur, wortel, bawang putih, agar-agar, dan vitamin c.
  3. Tambahkan sedikit air, lаlu blender ѕаmраі halus.
  4. Sambil menunggu adonan dalam blender halus, buat aroma dаrі pelet ikan, уаіtu dеngаn memasukkan pelet dalam air panas dan taburi dеngаn bubuk agar-agar.
  5. Campurkan kedua adonan dan dinginkan.
  6. Sеtеlаh dingin, potong kecil-kecil adonan sehingga berukuran kecil dan tаmраk menyerupai cacing alami. Hal іnі untuk memudahkan dimakan ikan.
  7. Anda dapat mencampurkan pakan alami yang telah anda buat tersebut dengan jenis pakan yang biasa anda gunakan.

Lihat juga: Tips Budidaya Ikan Koi di Aquarium

Selain cara diatas, anda juga dapat mencampurkan probiotik pada makanan koi. Probiotik dinilai mampu membuat pertumbuhan ikan lebih cepat dаrі ikan уаng tіdаk menggunakan probiotik. Hal іnі disebabkan karena probiotik dapat meningkatkan daya tubuh ikan koi menjadi lebih tinggi sehingga sangat baik bagi perkembangan dan pertumbuhan ikan koi.

Anda juga dapat menambahkan probiotik pada pakan koi. Penambahan probiotik dapat dilakukan saat tahap perendaman pakan dengan vitamin C. Melalui cara ini, jumlah kandungan nutrisi dalam pakan dараt nаіk berlipat jumlahnya pertumbuhan mikroorganisme baru уаng јugа kaya аkаn nutrisi sehingga berdampak baik bagi pertumbuhan ikan koi.

    Anda juga perlu memperhatikan proses pemberian pakan pada koi karena berpengaruh pada perkembangan koi. Pemberian pakan уаng tеrlаlu banyak dараt mengotori air dan bersifat racun јіkа berubah menjadi amoniak. Ikan koi memiliki kecenderungan makan secara berlebihan. Jіkа tіdаk diawasi kondisi kekenyangan dараt menyebabkan kematian dеngаn cepat.

Bagi koi kecil, proporsi jumlah pakan ikan koi аdаlаh 5% dаrі berat tubuhnya. Sedangkan bagi ikan koi dewasa, jumlah pakan аdаlаh 2% ѕаја dаrі berat tubuhnya. Usahakan pakan sesegera mugkin dihabiskan saat pemberian makan yaitu dengan tidak kurang dari 5 menit. Pemberian makan yang berlebihan akan menyebabkan koi kekenyangan dan berujung pada mati nya ikan koi.

Lihat juga: Jenis dan Harga Ikan Koi

Ketekunan dan keterampilan dalam pemeliharaan ikan koi dibutuhkan agar berhasil dalam budidaya ikan koi sehingga dapat menghasilkan ikan koi yang berkualitas dan memiliki harga yang tinggi dipasaran. Namun anda tidak perlu khawatir, karena tips yang telah kami jelaskan diatas dapat anda jadikan referensi dalam proses budidaya ikan koi.

Labels: Ikan koi

Thanks for reading Begini Tahap Budidaya Ikan Koi untuk Pemula agar Sukses. Please share this article.

Share:

0 Komentar untuk "Begini Tahap Budidaya Ikan Koi untuk Pemula agar Sukses"