Informasi Sejarah Ikan Koi dan Perkembangannya

Asal mula dan sejarah ikan koi

Menurut sejarah ikan koi berasal dari negara Jepang yang asalnya Kokugyo begitu pula di sana berkembang sangat pesat hingga kemudian bisa tersebar ke beberapa negara, termasuk di Indonesia. Ikan Koi sendiri termasuk dalam jenis ikan hias yang banyak dicari oleh penggemar ikan karena mempunyai bentuk dan warna yang unik dan indah.

Sejarah Ikan Koi dan Perkembangannya


Konon, ikan koi ini pertama kali dibudidayakan oleh bangsa Cina yaitu sekitar tahun 1300-an. Meskipun demikian, mengenai orang yang pertama membudidayakannya kini sering disebut berasal dari Jepang. Hal itu disebabkan di Jepang terdapat pusat pembenihan ikan koi sehingga kemudian bisa tumbuh dan berkembangbiak dengan sangat pesat.

Budidaya yang dilakukan oleh masyarakat Jepang berpusat di pegunungan Ogiya. Mereka di sana banyak melakukan eksperimen tertentu agar mendapat warna ikan yang lebih cantik. Setelah beberapa tahun melakukannya mereka berhasil mendapatkannya pada tahun 1870 dengan kombinasi warna merah dan putih dan pada tahun 1910 kombinasi hitam dan kuning.

Eksperimen tersebut dilakukan dengan cara "mengawinkan" antar sesama ikan maupun antar sesama koi namun yang berbeda warna. Seperti halnya pada tahun 1904 Jerman mengirim ikan koi yang sisiknya tidak lengkap dan bahkan ada yang tidak bersisik ke Jepang. Orang Jepang kemudian menernak ikan tersebut dan menjadikannya sebagai variasi budidayanya.

Demikian, dari sejarah ikan koi tersebut kemudian menjadi ikan yang digemari oleh banyak orang. Terlebih lagi pada tahun 1930 ditemukan kembali karper warna dengan garis lain yang unik juga. Awalnya memang hanya ada satu warna saja, kemudian ada kombinasi antara dua warna dan tiga warna dari hasil eksperimen di atas.

Baca juga: Cara Budidaya Ikan Koi

Jenis-Jenis Ikan Koi


Karena warnanya dan motifnya yang beragam, ikan koi mempunyai banyak jenis di antaranya adalah:

1. Tancho

Koi jenis ini terdapat warna merah pada sisik kepalanya saja, namun tidak pada badannya hingga siripnya. Varietesnya sudah banyak dikenal di antaranya adalah Tancho-Kohaku, Tancho-Sanke, dan Tancho Showa.

2. Kinginrin

Koi jenis ini mempunyai ciri khas yang berupa tanda-tanda semacam perak pada tubuhnya baik di seluruh badan maupun sebagian saja. Pada umumnya, warna perak tersebut banyak terdapat pada bagian punggungnya. Sementara itu, varietesnya juga ada banyak di antaranya adalah Platinum Ginrin, Kohaku, Sanke, Showa, dan Bekko.

3. Hikarimono

Ikan koi jenis ini masih keluarga dekat dengan koi dari Jerman yang berwarna merah dan beberapa juga tidak. Koi jenis ini sudah terbagi menjadi beberapa varieties di antaranya adalah Hikarimono-Kinginrin dan Hikarimoyo-mono.

4. Hariwake

Jenis ini umumnya mempunyai pola semacam emas dan perak secara sangat jelas, khususnya warna keemasan murni dan emas oranye pada sisiknya. Warna tersebut membentuk pola tertentu pada bagian tubuh ikan koi. Hal itu membuat ikan koi tampak unik dan cantik.

5. Ogon

Secara umum, jenis koi ini mempunyai sisik yang berwarna emas serta ditemukan oleh seorang yang bernama Sawati pada tahun 1946. Adapun warna kepalanya selalu keemasan cerah, sirip bagian dadanya tampak berkilauan, serta warnanya yang tahan bahkan tidak berubah saat dalam kondisi kegelapan.

Koi jenis ini mempunyai beberapa varieties di antaranya adalah Nezu-Ogon, Yamabuki-Ogon, Hi-Ogon, dan Mizuhi-Ojon. Masing-masing tersebut biasanya mempunyai ciri khas menonjol serta mempunyai perjalanan sejarah koi yang beragam pula.

Baca juga: Ketahui Ciri-ciri Ikan Koi Asli dari Jepang

Melihat sejarah ikan koi secara singkat tersebut sangat mempengaruhi perkembangan ternak ikan koi hingga akhirnya bisa sampai ke berbagai negara. Seiring perkembangan zaman, ikan koi menjadi beragam jenis dan warna karena memang dari dahulu sudah dilakukan eksperimen tertentu untuk mendapatkan pola dan kombinasi warna yang unik.

Labels: Ikan koi

Thanks for reading Informasi Sejarah Ikan Koi dan Perkembangannya. Please share this article.

Share:

0 Komentar untuk "Informasi Sejarah Ikan Koi dan Perkembangannya"